Klien:
Alamat Klien:
Waktu Pengerjaan:
Nilai Kontrak:
Kategori Proyek: Pengalaman Proper
Jenis Pekerjaan: Audit Air dan Konservasi Sumber Daya Air
Lokasi: Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali
Penyusunan Audit Air Fuel Terminal Sanggaran merupakan kegiatan kajian penggunaan dan pengelolaan sumber daya air pada fasilitas penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pertamina Patra Niaga yang berlokasi di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali. Sebagai salah satu fasilitas distribusi BBM strategis di Bali, Fuel Terminal Sanggaran memiliki berbagai infrastruktur operasional yang membutuhkan pengelolaan air secara efisien dan berkelanjutan. Audit air diarahkan untuk mengevaluasi kebutuhan serta pola konsumsi air, meninjau kondisi sistem penyediaan dan distribusi, sekaligus mengidentifikasi peluang konservasi yang dapat diterapkan tanpa mengganggu keandalan operasional maupun keselamatan terminal.
Salah satu karakteristik pengelolaan air di Fuel Terminal Sanggaran adalah kebutuhan air untuk sistem proteksi kebakaran, termasuk pengujian jockey pump yang berfungsi menjaga tekanan pada jaringan pemadam. Terminal ini memiliki program inovasi PEMBALI, yaitu pemanfaatan kembali air hasil pengujian jockey pump melalui modifikasi jalur perpipaan agar air dapat dialirkan kembali menuju kolam penampungan pemadam kebakaran. Program tersebut menjadi aspek penting yang relevan untuk ditinjau dalam audit air, terutama dalam mengevaluasi volume penggunaan, pemanfaatan kembali air, keseimbangan pasokan, serta peluang penghematan yang tetap mempertahankan kesiapan sistem keselamatan fasilitas.
Selain penggunaan air untuk kebutuhan operasional, pengelolaan air limbah domestik juga menjadi perhatian dalam evaluasi lingkungan Fuel Terminal Sanggaran. Fasilitas ini telah memiliki program inovasi TAMPAC ASIK (Tambah PAC IPAL Domestik), yang menerapkan penambahan koagulan pada tahap pra-pengolahan untuk meningkatkan efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dengan mempertimbangkan sistem penyediaan air, pemanfaatan kembali air, dan pengelolaan air limbah, audit diharapkan dapat menghasilkan gambaran penggunaan sumber daya air yang lebih terukur serta rekomendasi konservasi yang sesuai dengan kondisi fasilitas. Hasil kajian juga dapat mendukung penguatan dokumentasi pengelolaan lingkungan dan evaluasi kinerja perusahaan melalui program PROPER, khususnya pada aspek efisiensi air dan penurunan beban pencemaran.
Mengumpulkan data teknis dan administrasi yang diperlukan sebagai dasar penyusunan audit air, meliputi dokumen sumber pasokan air, catatan konsumsi historis, diagram jaringan perpipaan, informasi fasilitas penampungan, data aktivitas operasional, serta dokumen pengelolaan lingkungan. Tahapan ini juga mencakup penentuan batas kajian, periode evaluasi, dan kebutuhan verifikasi data lapangan.
Mengidentifikasi sumber pasokan air yang digunakan Fuel Terminal Sanggaran beserta sistem penampungan, pemompaan, dan jaringan distribusinya. Evaluasi dapat mencakup kapasitas penyediaan air, sistem pengendalian pasokan, serta pembagian aliran menuju fasilitas operasional, perkantoran, sanitasi, dan proteksi kebakaran berdasarkan kondisi aktual yang ditemukan.
Melakukan pemeriksaan lapangan terhadap infrastruktur penyediaan serta distribusi air, termasuk tangki atau bak penampungan, pompa, jaringan perpipaan, sambungan, katup pengendali, dan titik penggunaan air. Pemeriksaan bertujuan mengidentifikasi kondisi sistem, kesesuaian dengan dokumen teknis, potensi gangguan distribusi, serta bagian infrastruktur yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
Menginventarisasi penggunaan air pada kegiatan perkantoran, sanitasi, pemeliharaan fasilitas, dan utilitas pendukung lainnya yang termasuk dalam batas audit. Inventarisasi dilakukan untuk mengetahui karakteristik kebutuhan air pada setiap kelompok aktivitas sehingga penggunaan rutin dapat dibedakan dari kebutuhan khusus, termasuk cadangan air yang harus dipertahankan untuk keselamatan operasional terminal.
Meninjau kebutuhan serta pengelolaan air pada sistem pemadam kebakaran, termasuk kolam penampungan, jaringan distribusi, pompa pemadam, dan pengujian jockey pump. Evaluasi diarahkan pada identifikasi penggunaan air selama kegiatan pengujian dan pemeliharaan, dengan tetap memperhatikan kebutuhan cadangan air, keandalan tekanan jaringan, dan persyaratan keselamatan fasilitas.
Meninjau sistem pemanfaatan kembali air hasil pengujian jockey pump yang terdokumentasi melalui inovasi PEMBALI. Aspek evaluasi dapat meliputi aliran air selama pengujian, sistem perpipaan pengembalian, pencatatan volume air yang dimanfaatkan kembali, serta potensi peningkatan efisiensi penggunaan air. Penilaian perlu membedakan volume air yang digunakan kembali dari pasokan air baru agar tidak terjadi penghitungan ganda dalam neraca air.
Menganalisis data konsumsi air berdasarkan periode pencatatan yang tersedia untuk mengetahui pola pemakaian, perubahan kebutuhan, serta kemungkinan konsumsi yang tidak wajar. Evaluasi mempertimbangkan aktivitas operasional dan penggunaan fasilitas pendukung sebagai dasar untuk menentukan bagian sistem yang memiliki peluang peningkatan efisiensi.
Meninjau ketersediaan serta fungsi water meter pada sumber pasokan, jaringan distribusi, dan titik penggunaan utama. Pemeriksaan dapat mencakup kesesuaian penempatan alat ukur, kelengkapan catatan penggunaan, konsistensi pembacaan, dan kebutuhan peningkatan sistem pemantauan agar data konsumsi air lebih akurat dan mudah dievaluasi.
Menyusun neraca air berdasarkan jumlah pasokan, volume penggunaan pada masing-masing fasilitas, perubahan volume penampungan, pemanfaatan kembali air, dan aliran air keluar selama periode evaluasi. Analisis ini bertujuan mengetahui keseimbangan antara air masuk dan air keluar sekaligus mengidentifikasi selisih volume yang memerlukan pemeriksaan atau pengukuran tambahan.
Mengidentifikasi kemungkinan kehilangan air melalui pemeriksaan jaringan perpipaan, sambungan, katup, fasilitas penampungan, dan titik penggunaan lainnya. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan hasil pengamatan lapangan serta analisis data konsumsi dan neraca air untuk membedakan indikasi kebocoran fisik dari selisih pencatatan atau penggunaan yang belum terukur.
Meninjau hubungan antara penggunaan air domestik dan sistem pengolahan air limbah yang tersedia apabila termasuk dalam batas penugasan. Kajian dapat mempertimbangkan data volume air limbah, alur pengolahan IPAL, hasil pemantauan kualitas efluen, serta penerapan inovasi TAMPAC ASIK melalui penambahan Polyaluminium Chloride (PAC) sebagai tahap pra-pengolahan sebelum unit Anaerobic Filter. Evaluasi diarahkan pada hubungan antara konsumsi air, aliran air buangan, dan efektivitas pengelolaan air limbah.
Mengembangkan rekomendasi peningkatan efisiensi berdasarkan hasil evaluasi, antara lain melalui optimalisasi sistem distribusi, perbaikan potensi kebocoran, penguatan pencatatan konsumsi, dan pengembangan pemanfaatan kembali air yang memenuhi persyaratan teknis. Alternatif perbaikan diprioritaskan berdasarkan potensi penghematan, kebutuhan biaya, kelayakan pelaksanaan, serta dampaknya terhadap keselamatan dan aktivitas operasional terminal.
Menyusun laporan audit air yang memuat kondisi sistem penyediaan dan penggunaan air, hasil inventarisasi, evaluasi infrastruktur, analisis konsumsi, perhitungan neraca air, serta rekomendasi konservasi. Laporan dapat dilengkapi rencana tindak lanjut dan indikator pemantauan sebagai referensi pengelolaan sumber daya air sekaligus bahan pendukung evaluasi kinerja lingkungan perusahaan melalui program PROPER.
Penyusunan Audit Air Fuel Terminal Sanggaran bertujuan memberikan dasar evaluasi teknis terhadap kebutuhan, distribusi, konsumsi, dan pemanfaatan kembali air di fasilitas terminal BBM. Dengan mempertimbangkan penggunaan air pada kegiatan operasional, kebutuhan proteksi kebakaran, serta program konservasi yang telah terdokumentasi, kajian ini diharapkan membantu pengelola fasilitas mengidentifikasi penggunaan air yang belum optimal dan menentukan langkah peningkatan efisiensi yang sesuai dengan karakteristik terminal.
Hasil audit diharapkan menjadi dasar dalam menyusun program konservasi air yang lebih terukur, memperkuat sistem pemantauan konsumsi, serta mendukung pengendalian biaya operasional dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Selain itu, dokumentasi audit dapat membantu perusahaan mengevaluasi efektivitas upaya penghematan air dan menyiapkan informasi pendukung untuk penilaian PROPER, tanpa mengurangi keandalan sarana distribusi BBM maupun sistem keselamatan terminal.
PT. Purifikasi Andalan Diponegoro hadir sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perencanaan, studi, dan konsultansi.