Klien:
Alamat Klien:
Waktu Pengerjaan:
Nilai Kontrak:
Kategori Proyek: Pengalaman Proper
Jenis Pekerjaan: Audit Air dan Konservasi Sumber Daya Air
Lokasi: Desa Pranti, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur
Penyusunan Audit Air PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Juanda merupakan kegiatan kajian penggunaan dan pengelolaan sumber daya air pada fasilitas penyimpanan serta penyaluran bahan bakar penerbangan (avtur) yang mendukung operasional Bandar Udara Internasional Juanda di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sebagai salah satu fasilitas penting dalam penyediaan bahan bakar penerbangan, Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda memiliki infrastruktur tangki timbun, sistem penyaluran avtur, serta fasilitas utilitas dan keselamatan yang membutuhkan pengelolaan sumber daya secara efisien. Audit air diarahkan untuk mengevaluasi sistem penyediaan dan distribusi air, mengidentifikasi kebutuhan air pada berbagai aktivitas terminal, serta meninjau peluang konservasi yang dapat diterapkan tanpa mengganggu keselamatan maupun keandalan operasional fasilitas.
Salah satu aspek penting dalam pengelolaan air di AFT Juanda adalah kebutuhan air untuk sistem pendinginan tangki timbun dan proteksi kebakaran. Fasilitas ini memiliki program optimalisasi pendinginan tangki melalui pemanfaatan water pond menggunakan LCPR 65-6.6 Fire Floating Pump, yang memungkinkan penggunaan air alternatif dari penampungan air hujan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan PDAM. Sistem tersebut menjadi salah satu karakteristik fasilitas yang relevan untuk diperhatikan dalam audit air, khususnya terkait keseimbangan pasokan, pemanfaatan sumber air alternatif, efektivitas distribusi, serta pengendalian konsumsi air pada kegiatan operasional dan pengujian fasilitas keselamatan.
Melalui penyusunan Audit Air, pengelola AFT Juanda diharapkan memperoleh gambaran yang lebih terukur mengenai pola penggunaan air, kondisi infrastruktur distribusi, serta potensi peningkatan efisiensi pada setiap kelompok aktivitas. Kajian dapat mencakup analisis data konsumsi, pemeriksaan sistem pengukuran, penyusunan neraca air (water balance), dan identifikasi peluang penghematan yang sesuai dengan kebutuhan fasilitas aviasi. Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar pengembangan program konservasi sumber daya air, peningkatan sistem pemantauan, serta penguatan dokumentasi pengelolaan lingkungan perusahaan dalam mendukung penilaian PROPER, khususnya pada aspek efisiensi penggunaan air dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Mengumpulkan informasi teknis sebagai dasar penyusunan audit air, meliputi data historis konsumsi, dokumen sumber pasokan, diagram distribusi air, informasi fasilitas penampungan, data kegiatan operasional, dan dokumen pengelolaan lingkungan. Tahapan ini juga mencakup penentuan batas kajian, periode evaluasi, serta identifikasi kebutuhan data tambahan yang perlu diverifikasi melalui pemeriksaan lapangan.
Mengidentifikasi sumber pasokan air pada fasilitas AFT Juanda, termasuk penggunaan air PDAM dan sumber alternatif yang terdokumentasi. Kajian dapat mencakup sistem penampungan, pengendalian pasokan, jaringan pemompaan, serta mekanisme distribusi air menuju fasilitas perkantoran, sanitasi, utilitas, dan proteksi kebakaran untuk memahami hubungan antara ketersediaan pasokan dengan kebutuhan operasional.
Meninjau kondisi infrastruktur penyediaan dan distribusi air yang termasuk dalam batas audit, meliputi tangki atau bak penampung, pompa, perpipaan, katup pengendali, serta titik penggunaan air. Pemeriksaan diarahkan untuk mengidentifikasi kondisi instalasi, kesesuaian dengan dokumen teknis, dan bagian sistem yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut guna meningkatkan keandalan distribusi.
Memetakan penggunaan air pada kegiatan perkantoran, sanitasi, pemeliharaan, serta utilitas pendukung operasional terminal. Inventarisasi juga mempertimbangkan kebutuhan air untuk sistem pendinginan tangki dan proteksi kebakaran sehingga penggunaan rutin dapat dipisahkan dari kebutuhan khusus yang berkaitan dengan keselamatan fasilitas.
Meninjau potensi serta pengelolaan air hujan yang ditampung dalam water pond sebagai salah satu sumber air alternatif di AFT Juanda. Aspek yang dapat dievaluasi meliputi asal dan volume air masuk, kapasitas tampungan, pola pemanfaatan, kehilangan air, serta kebutuhan pengendalian kualitas air agar pemanfaatannya tetap sesuai dengan persyaratan teknis dan keselamatan operasional.
Mengevaluasi kebutuhan dan pola penggunaan air pada sistem pendinginan tangki timbun berdasarkan konfigurasi fasilitas yang tersedia. Kajian dapat mempertimbangkan aliran air dari penampungan menuju sistem penyemprotan atau pendinginan, kebutuhan debit, waktu penggunaan, serta peluang efisiensi tanpa mengurangi fungsi keselamatan dan perlindungan aset terminal.
Meninjau program optimalisasi pendinginan tangki melalui pemanfaatan LCPR 65-6.6 Fire Floating Pump pada water pond sebagai konteks pengelolaan air eksisting. Evaluasi yang relevan mencakup mekanisme pemompaan, pemanfaatan sumber air alternatif, pengurangan kebutuhan pasokan air baru, serta pencatatan volume air yang digunakan. Penilaian efisiensi perlu mempertimbangkan kebutuhan cadangan air, kesiapan sistem pemadam kebakaran, dan batasan keselamatan fasilitas.
Menganalisis data penggunaan air berdasarkan periode pencatatan yang tersedia untuk mengetahui tren konsumsi, perubahan kebutuhan, dan kemungkinan pemakaian yang tidak wajar. Hasil analisis dapat digunakan untuk membandingkan kebutuhan air antaraktivitas, mengidentifikasi penggunaan dominan, serta menentukan area yang memerlukan peningkatan efisiensi atau pemeriksaan tambahan.
Meninjau ketersediaan dan fungsi alat ukur atau water meter pada sumber pasokan, jaringan distribusi, serta titik penggunaan air utama. Pemeriksaan dapat meliputi ketelitian pencatatan, konsistensi pembacaan, kelengkapan data, dan kebutuhan pemasangan alat ukur tambahan untuk meningkatkan akurasi pemantauan konsumsi air.
Menyusun neraca air berdasarkan volume pasokan, penggunaan air pada setiap fasilitas, pemanfaatan sumber alternatif, perubahan volume penampungan, dan aliran keluar selama periode kajian. Perhitungan diarahkan untuk mengetahui keseimbangan antara air masuk dan air keluar, mengidentifikasi selisih penggunaan yang belum terjelaskan, serta menyediakan dasar kuantitatif bagi evaluasi program efisiensi air.
Mengidentifikasi kemungkinan kehilangan air pada jaringan perpipaan, sambungan, katup, fasilitas penampungan, maupun titik penggunaan lainnya. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui pengamatan kondisi instalasi, evaluasi data konsumsi, dan analisis selisih neraca air untuk membedakan indikasi kebocoran fisik dari kesalahan pengukuran atau pemakaian yang belum tercatat.
Meninjau hubungan antara pemakaian air, aliran air buangan, serta sistem drainase yang relevan apabila termasuk dalam batas penugasan. Evaluasi dapat mempertimbangkan pemisahan air hujan yang tidak terkontaminasi dari aliran yang berpotensi mengandung minyak atau bahan bakar, termasuk kebutuhan pengolahan dan pengendalian kualitas sebelum air dibuang atau dimanfaatkan kembali. Kajian ini diarahkan untuk memastikan rekomendasi konservasi tidak menimbulkan risiko pencemaran maupun gangguan terhadap keselamatan fasilitas aviasi.
Mengidentifikasi alternatif peningkatan efisiensi berdasarkan hasil evaluasi, seperti optimalisasi pemanfaatan air hujan, perbaikan potensi kebocoran, peningkatan pengendalian konsumsi, dan penyempurnaan sistem pengukuran. Rekomendasi disusun dengan mempertimbangkan kelayakan teknis, kebutuhan investasi, manfaat penghematan, kemudahan penerapan, serta dampaknya terhadap operasional dan sistem keselamatan terminal.
Menyusun laporan audit air yang merangkum kondisi sistem penyediaan dan distribusi, hasil inventarisasi kebutuhan, evaluasi konsumsi, analisis neraca air, potensi kehilangan air, serta rekomendasi konservasi. Dokumentasi dapat dilengkapi rencana tindak lanjut dan indikator pemantauan untuk mendukung evaluasi pengelolaan sumber daya air sekaligus menjadi bahan pendukung penilaian kinerja lingkungan perusahaan melalui program PROPER.
Penyusunan Audit Air Aviation Fuel Terminal Juanda bertujuan memberikan dasar evaluasi teknis terhadap kondisi pasokan, distribusi, konsumsi, serta potensi pemanfaatan kembali sumber daya air pada fasilitas penyaluran bahan bakar penerbangan. Dengan mempertimbangkan kebutuhan air untuk aktivitas operasional, sistem pendinginan tangki, dan fasilitas keselamatan, kajian ini diharapkan membantu perusahaan memahami pola penggunaan air secara lebih menyeluruh sekaligus mengidentifikasi peluang penghematan yang tetap memperhatikan keandalan operasional terminal.
Hasil audit diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan program konservasi air, peningkatan akurasi pemantauan konsumsi, optimalisasi pemanfaatan sumber air alternatif, serta penyusunan langkah perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan fasilitas. Selain mendukung efisiensi biaya dan penggunaan sumber daya, kegiatan ini juga dapat memperkuat dokumentasi pengelolaan lingkungan serta memberikan dukungan teknis bagi peningkatan kinerja perusahaan dalam program PROPER, khususnya pada aspek efisiensi dan konservasi air secara berkelanjutan.
PT. Purifikasi Andalan Diponegoro hadir sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perencanaan, studi, dan konsultansi.